Seperti padi yang menguning, semakin berisi semakin merunduk. pasti banyak orang yang tahu tentang peribahasa ini. semakin tua umur kita, maka ilmu kita semakin banyak. dan ketika kita memiliki ilmu yang semakin bertambah, harusnya diiringi dengan kerendahan hati yang semakin banyak pula. tak sepantasnya kita menyombongkan setitik ilmu yang tak ada bandingannya dengan ilmu Allah.
Panggil saja mbak din. salah seorang teman sekelasku ketika masih duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah, atau MI tingkatan sekolah setara dengan SD. dia adalah seorang gadis dengan wajah yang nampak tersenyum. bibirnya yang terlihat komat kamit membaca sebuah buku pelajaran. tiada hari baginya tanpa belajar.
Mbak din adalah sisswi yang cukup pandai, nilai- nilainya selalu berada diatas.pribadinya yang baik dan rendah hati, membuatnya memiliki banyak teman. Mbak Din adalah orang yang pendiam, tetapi ketika kau memiliki topik yang menarik, dia tak akan diam. meskipun dia adalah orang yang pandai, dia tak pernah menyombongkan diri sekalipun.
Gadis yang sedang menimba ilmu di salah satu pondok pesantren ini selalu membantu temannya yang sedang kesulitan dalam hal matematika atau pelajaran yang lain. dulu, aku juga pernah meminta pertolongan dari mbak din untuk mengajariku sebuah soal matematiku yang tak aku pahami. dia mengajariku sampai aku bisa. mungkin beberapa orang akan jengkel denganku. karena aku tak kunjung mengerti dengan apa yang sudah diterangkan. tetapi mbak din tetap sabar.
Aku rasa tak banyak orang yang seperti itu. tetapi aku telah menemuinya. tak hanya Mbak Din. Barlin, atau biasa disapa Alin adalah teman SMPku, dia adalah siswi yang mendapat peringkat 1 dalam satu angkatan. dia juga salah seorang yang seperti mbak din. yang berbeda hanyalah sifatnya yang riang. dan terbuka. meskipun sengan sifat yang seperti itu. dia tetap rendah hati. dan mereka berdua adalah orang yang tetap rendah hati meskipun mereka memiliki kelebihan. setidaknya bagiku.
setinggi apapun ilmu kita, meskipun sampai menyundul langit pun tak ada gunanya untuk menyombongkan. karena diatas langit masih ada langit. setinggi apapun ilmu kita, tetap saja ada yang lebih tinggi. tidak pantas bagi manusia untuk menyombongkan ilmunya yang tinggi. karena ilmu manusia hanya hanya setitik air di tengah lautan.
Fairuz Zuyyina
Rabu, 04 Februari 2015
Rabu, 21 Januari 2015
Ibu
Hal yang pertama kali muncul saat kata itu muncul adalah orang yang selalu sabar merawatku dengan sepenuh hati. Ibuku adalah seseorang yang baik, cantik, sabar, dan orang yang sangat menyayangiku. tanpanya aku tak akan ada di dunia ini. ada beberapa hal yang membuatku sangat beruntung memiliki seseorang seperti beliau.
Yang pertama adalah, karena Ibu begitu sabar. selau sabar merawatku dari kecil. ketika aku masih kecil, aku memang sangat rewel dan banyak maunya. tetapi ibu tetap sabar dan teguh menghadapi semuanya. seperti saat merawat nenekku yang sakit. ibuku tetap kuat merawat nenekku. memandikannya, menyiapkan obatnya, menyuapinya, membantunya berjalan, membersihkan kamarnya, dan yang lain.
Ibuku pintar memasak, maakan ibuku memang yang paling enak, dan ibuku juga adalah orang yang paling pandai dalam membuat kue, itu juga adalah salah satu yang mendorongku untuk bisa membuat masakan atau kue sepertinya. walaupun sudah beberapa kali gagal, tetap saja aku terus berusaha.
Ibuku orang yang kreatif. ibuku pintar membuat kerajinan dan telaten. hasil kerjanya sangat rapi dan apik. aku juga mulai belajar sedikit demi sedikit darinya, hingga sekarang aku sudah bisa membuat aseksoris bros bunga yang biasanya aku sematkan di kerudungku. aku senang bisa menggunakannya.
Ibuku adalah orang yang hebat, ibuku bisa melakukan semua pekerjaan yang sangat melelahkan. ketika aku memiliki waktu dirumah, kulakukan untuk membersihkan rumah, walaupun hanya dari ruang tamu sampai teras.
Ibuku ada guruku. setiap hari yang selalu memberikan pelajaran hidup untuk selalu kuat menghadapi setiap masalah yang ada. ibuku mengajariku dari aku belum bisa apa apa, sampai aku menjadi seperti ini. dari aku yang baru bisa duduk menjadi berlari kencang, dan semua pelajaran itu adalah pelajaran hidup bagiku.
Yang pertama adalah, karena Ibu begitu sabar. selau sabar merawatku dari kecil. ketika aku masih kecil, aku memang sangat rewel dan banyak maunya. tetapi ibu tetap sabar dan teguh menghadapi semuanya. seperti saat merawat nenekku yang sakit. ibuku tetap kuat merawat nenekku. memandikannya, menyiapkan obatnya, menyuapinya, membantunya berjalan, membersihkan kamarnya, dan yang lain.
Ibuku pintar memasak, maakan ibuku memang yang paling enak, dan ibuku juga adalah orang yang paling pandai dalam membuat kue, itu juga adalah salah satu yang mendorongku untuk bisa membuat masakan atau kue sepertinya. walaupun sudah beberapa kali gagal, tetap saja aku terus berusaha.
Ibuku orang yang kreatif. ibuku pintar membuat kerajinan dan telaten. hasil kerjanya sangat rapi dan apik. aku juga mulai belajar sedikit demi sedikit darinya, hingga sekarang aku sudah bisa membuat aseksoris bros bunga yang biasanya aku sematkan di kerudungku. aku senang bisa menggunakannya.
Ibuku adalah orang yang hebat, ibuku bisa melakukan semua pekerjaan yang sangat melelahkan. ketika aku memiliki waktu dirumah, kulakukan untuk membersihkan rumah, walaupun hanya dari ruang tamu sampai teras.
Ibuku ada guruku. setiap hari yang selalu memberikan pelajaran hidup untuk selalu kuat menghadapi setiap masalah yang ada. ibuku mengajariku dari aku belum bisa apa apa, sampai aku menjadi seperti ini. dari aku yang baru bisa duduk menjadi berlari kencang, dan semua pelajaran itu adalah pelajaran hidup bagiku.
Kamis, 08 Januari 2015
Lembaran Baru Di Tahun Baru (resolusi 2015)
Ini semua berawal dari bulan akhir di tahun 2014. Aku sedang menghirup sejuknya udara pagi pegunungan. saat itu meminum secangkir teh di teras samping sebuah guest house dan melihat matahari yang terbit dari tempat itu memang menyenangkan. aku yang sedang menatap langit yang semakin lama semakin terang, dan mulai berfikir "tahun ini akan segera berakhir, kenangan yang ada di tahun ini memang sangat indah, saat saat bersama dengan orang yang disayang akan aku rindukan" memang tahun lalu benar benar sangat indah. namun kini saatnya move on dari 2014.
Ini masih tanggal 29, aku masih bisa membuat perencanaan untuk tahun depan. aku masih punya waktu. hingga akhir tahun ini. tepat tanggal 31. memang, saat ini aku sedang liburan bersama keluarga Bani Husain. di sini juga ada 2 saudara sepupu yang satu sekolah denganku, jadi sesekali kita membahas tentang hari hari disekolah
ketika malam hari itu, setelah acara bakar bakar jagung, aku menuju ke kamar, tempat aku beristirahat. akhir tahun semakin mendekat. aku berusaha memikirkan apa yang akan aku lakukan di tahun depan. dan tba tiba sesuatu terlintas di fikiranku, aku meraih ponselku, karena tak ada kertas dan pena. Aku terpaksa menulisnya di ponsel dan mulai menulis beberapa rangkaian kata.
Mungkin tahun 2014 adalah sebuah tahun yang indah. orang orang yang ada di dalamnya, kenangan yang aku buat bersama orang orang itu, takkan terlupakan. dari awal tahun ini, aku sudah merasakan sesuatu yang baik di tahun ini. aku sudah menorehkan goresan goresan kenangan yang indah di tahun ini. meskipun tak semuanya indah, badai pasti akan menerjang. tapi badai badai itu telah berlalu dan mulai muncul pelangi yang indah.
sedikit tak rela sebenarnya, jika tahun 2014 akan segera berakhir. namun inilah kesempatan untuk menjadi seseorang yang lebih sukses, lebih baik, pribadi yang lebih baik, nilai nilai yang semakin baik, karya karya yang di publikasikan menjadi lebih memiliki seni tinggi, menjadi seseorang yang lebih beriman lagi terhadap Allah, bisa melalui semua ijian hidup dan ujian dari sekolah. dan yang terpenting, sahabat dan orang orang yang tersayang yang telah membuat kenangan di tahun lalu akan membuat kenangan di tahun 2015 nanti. Aamiin.
Kusimpan rangkaian kata tadi kedalam ponselku. dan aku hanya butuh beberapa saat saja untuk menanti detik detik pergantian tahun. karena beberapa saat lagi aku akan menutup buku lama, dan memulai lagi dari sebuah lembaran yang bersih. saatnya mulai membuka sebuah lembaran baru, dan menyimpan lembaran lembaran lama.
Ini masih tanggal 29, aku masih bisa membuat perencanaan untuk tahun depan. aku masih punya waktu. hingga akhir tahun ini. tepat tanggal 31. memang, saat ini aku sedang liburan bersama keluarga Bani Husain. di sini juga ada 2 saudara sepupu yang satu sekolah denganku, jadi sesekali kita membahas tentang hari hari disekolah
ketika malam hari itu, setelah acara bakar bakar jagung, aku menuju ke kamar, tempat aku beristirahat. akhir tahun semakin mendekat. aku berusaha memikirkan apa yang akan aku lakukan di tahun depan. dan tba tiba sesuatu terlintas di fikiranku, aku meraih ponselku, karena tak ada kertas dan pena. Aku terpaksa menulisnya di ponsel dan mulai menulis beberapa rangkaian kata.
Mungkin tahun 2014 adalah sebuah tahun yang indah. orang orang yang ada di dalamnya, kenangan yang aku buat bersama orang orang itu, takkan terlupakan. dari awal tahun ini, aku sudah merasakan sesuatu yang baik di tahun ini. aku sudah menorehkan goresan goresan kenangan yang indah di tahun ini. meskipun tak semuanya indah, badai pasti akan menerjang. tapi badai badai itu telah berlalu dan mulai muncul pelangi yang indah.
sedikit tak rela sebenarnya, jika tahun 2014 akan segera berakhir. namun inilah kesempatan untuk menjadi seseorang yang lebih sukses, lebih baik, pribadi yang lebih baik, nilai nilai yang semakin baik, karya karya yang di publikasikan menjadi lebih memiliki seni tinggi, menjadi seseorang yang lebih beriman lagi terhadap Allah, bisa melalui semua ijian hidup dan ujian dari sekolah. dan yang terpenting, sahabat dan orang orang yang tersayang yang telah membuat kenangan di tahun lalu akan membuat kenangan di tahun 2015 nanti. Aamiin.
Kusimpan rangkaian kata tadi kedalam ponselku. dan aku hanya butuh beberapa saat saja untuk menanti detik detik pergantian tahun. karena beberapa saat lagi aku akan menutup buku lama, dan memulai lagi dari sebuah lembaran yang bersih. saatnya mulai membuka sebuah lembaran baru, dan menyimpan lembaran lembaran lama.
Langganan:
Postingan (Atom)